BMH IMS Gelar Pengobatan Gratis di Desa Kertosari Banjarnegara


SatuPost.Com | Lembaga zakat nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mempunyai salah satu program tanggap bencana. Sebagai bentuk kepedulian, BMH bekerjasama dengan Islamic Medical Service (IMS), dan SAR Hidayatullah mengadakan program pengobatan kepada para pengungsi gempa bumi di Banjarnegara, Jum'at (27/4).

Kegiatan ini merupakan keterpangilan BMH-IMS untuk terus hadir dengan berkontribusi melakukan pengobatan gratis kepada warga korban bencana alam gempa bumi Banjarnegara.

"Alhamdulillah, hari ini BMH-IMS dapat mengadakan pengobatan bersama warga," ujar Amil BMH Jateng, Hengki.

Sampai saat ini, warga masih enggan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing dan lebih memilih untuk tetap ditenda pengungsian. Sampai Jum'at ini masih ada 39 KK yang masih berada di tenda pengungsian. Tepatnya di shelter TPQ dusun Kebakalan, Desa Kertosari, Kec. Kalibening, Kab. Banjarnegara.

Bapak Supri (45) selaku koordinator pengungsian bercerita, "Masalah saat ini yang dirasakan para pengungsi yakni menghilangkan trauma hidup, sebab sampai saat ini masih banyak warga yang masih susah untuk kembali hidup tenang. Sebab gempa susulan yang masih terus terjadi, membuat warga dalam kondisi selalu was-was."

"Kondisi seperti ini memang akan banyak memberikan tekanan psikologis bagi korban. Ketidak siapan mental bagi korban menjadi pemicu berbagai penyakit akan mudah menyerang warga. Olehnya itu, IMS hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat dengan mengadakan pengobatan massal." jelas dr. Zaini.

"Terima kasih sudah beri pengobatan kami, sekarang ini memang banyak diantara pengungsi yang mengalami batuk-pilek," tutur ibu Yanti di lokasi pengobatan. (Hadi/R)


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.