Header Ads

Geger di Pringsewu! DD 2017 Pekon Sinar Mulya Diduga Ajang Korupsi


SatuPost.Com | Hasil realisasi Pembangunan jembatan tarsa tipe 3 m x 6 m berlokasi di Sinar family RT 008/004 Pekon Sinar Mulya Kec. Banyumas kab. Pringsewu yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD)2017  diduga mark-up.

Hasil penelusuran awak media dilokasi hasil pembangunan jembatan dengan Tipe 3 m x 6 m yang menelan anggaran sebesar Rp. 99.085.000,00 dengan waktu pelaksanaan 01 oktober - 01 desember 2017 terhitung 90 hari masa kerja dengan kondisi jembatan biasa tanpa ada kelebihan maupun kualitasnya, nampak disamping kanan dan kiri barikade hanya menggunakan paralon yang diisi adukan semen dengan ketinggian 50cm, pilar penyangga bawah ataupun tulang beban hanya ada terdapat 2 penyangga.

Begitupun juga pengerasan jalan telford /onderlag yang lokasi pengerjaannya terletak di Dusun/Lingkungan 3  sepanjang 1000 M yang menelan anggaran Rp. 350.138.000  diduga dikerjakan tidak sesuai dengan tahapan yang direncanakan karena lapisan bawah pasir tidak ada.

Ditambah lagi dengan pembangunan lapangan Futsal yang bersumber dari Anggaran Dana Pekon  (ADP) 2017 yang menelan anggaran 119.715.000,00 dengan kondisi mangkrak seharusnya kondisi lapangan Futsal dengan menelan anggaran  yang fantastis sudah bisa bisa dipergunakan untuk berolah raga akan tetapi melihat kondisi sekarang sangat memprihatinkan padahal anggaran senilai sekitar Rp. 9.000.000,00 untuk cat sudah dianggarkan akan tetapi tidak diterapkan.

Kenapa ditahun 2018 lapangan Futsal sudah dianggarkan kembali dengan jumlah Rp. 321.000.000,00 berarti 1 item lapangan Futsal akan  menelan anggaran  Rp. 119.715.000,00 (2017) + 321.000.000,00 (2018) =Rp. 440.715.000,00 .

Dalam hal dugaan nark-up dan penyimpangan anggaran Dana desa  tokoh masyarakat Kabupaten Pringsewu Suyudi saat di konfirmasi, minggu (20/5) mengatakan aparat hukum perlu bersikap tegas terkait kasus Kepala Pekon Sinar mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, karena melihat pemberitaan media sangat jelas tampak Mark-up anggaran ADD dan ADP tahun 2017.

Seperti pembangunan lapangan futsal, jembatan, gorong- gorong, drainase serta rencana kerja pemerintah pekon (RKPPekon) yang selama ini di jalankan hanya sebuah formalitas saja tidak sesuai dengan visi dan misi “Bersama Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat".

Bahkan menurut Suyudi, juga Kepala Pekon seharusnya bisa transparan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunannya pada masyarakat, bukan malah memanfaatkan dana anggaran negara hanya untuk memperkaya diri sendiri sementara bangunannya tak sesuai.

Selain itu juga Suyudi berpendapat bisa terjadinya banyak penyimpangan anggaran oleh kakon ini disebabkan karena minimnya pengawasan pada dana ADD dan ADP padahal sangat pelaporan para perangkat pekon tersebut diawasi oleh pihak Kecamatan, Dinas PMD bahkan Inspektorat, sementara menurut Suyudi jika membaca pada pemberitaan media sangat jelas mark up kakon Sinar mulya ini karena sudah dibuka secara jelas.

"Terjadinya penyimpangan pada dana ADD dan ADP karena minimnya pengawasan dari pihak Kecamatan, Dinas PMD dan Inspektorat," kata dia.

Lain halnya dengan inspektur Kabupaten Pringsewu dr. Endang Budiati, M. Kes melalui pesan WhatsApp tentang kasus korupsi pekon sinar Mulya kecamatan Banyumas menjelaskan Pembinaan Dana desa itu berjenjang dari  camat, Kadis PMD, Ka BPKAD dan terakhir Inspektorat...Besok di tindak lanjuti, katanya.

Jurnalis : Nanang Siswanto

Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.