Header Ads

KAMMI Gelorakan Reformasi 2.0


SatuPost.Com | Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menggelar Silaturahmi Reformasi. Dalam acara tersebut PP KAMMI menghadirkan tiga narasumber yang selama ini menjadi ikon besar tokoh Reformasi yakni Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Dihadapan tokoh tersebut PP KAMMI menggelorakan Reformasi 2.0.

Ketua Umum PP KAMMI Irfan Ahmad Fauzi mengatakan, "KAMMI gelorakan Reformasi 2.0 ini sebagai tanda kepada pemerintah bahwa bangsa ini sedang menuju krisis, sehingga perayaan 20 tahun atas Reformasi ini menjadi momentum yang tepat mengingat kondisi bangsa saat itu juga berada dalam krisis. Gelora 2.0 ini hadir juga untuk menjadi tanda kepada rekan-rekan mahasiswa bahwa kita harus bersiap-siap."

Dalam kesempatan itu Amien Rais sangat mendukung gerakan Reformasi 2.0 ini, beliau mengatakan "Saya ingin ingatkan, bahwa 20 tahun yang lalu ketika saya gabung sama mahasiswa jaket kuning, jaket biru, jaket coklat, apapun lah ya, mereka dianggap sebagai kehadiran masyarakat makanya mereka disebut moral force atau kekuatan moral, dan mahasiswa sekarang harus nya seperti itu".

Kemudian Fadli Zon juga menyatakan mendukung inisiatif KAMMI. "Kehadiran KAMMI ini memang untuk melakukan aksi, maka namanya saja kesatuan aksi. Kalau KAMMI sudah tidak melakukan aksi tapi lebih menjadi pengamat makan namanya diganti saja menjadi kesatuan pengamat. Kita bicara ekonomi secara makro saja bahwa selama ini Indonesia tidak mengalami pertumbahan, selama ini target pertumbuhan 7% hanya menjadi mimpi saja bahkan target tahunan pun tidak tercapai, sehingga mahasiswa harus semakin kritis terhadap persoalan bangsa kita".

Sementar itu Fahri Hamzah juga mendukung inisiatif Reformasi 2.0 yang digelorakan KAMMI. "Masa depan bangsa dan masa depan teman-teman semua juga menjadi masalah. Kalau tidak ada pekerjaan tercipta karena kekacauan ini distracted ekonomi, puji-puji dekat millenial, dekat digital, dekat e-commerce, dia gak tahu kalau ini menyembelih peluang kerja dengan digital yang ngawur ini, yang tidak tertata terjadi deindustrialisasi. Kemudian impor Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan berbagai alasan, sehingga tenaga kerja gak dipake. Dan TKA itu bekerja disektor besar yang kita tidak tahu terutama penyedotan Sumber Daya Alam (SDA). Orang asing datang untuk nyedot SDA, jadi ini ada pesta pora dirumah kita rakyat kita tidak dapat apa-apa, itu buruh masih demo sampai hari ini". (Rls)

Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.