Header Ads

Kawasan Mewah di Cimenyan Menyisakan Konflik Perdata dan Pidana


SatuPost.Com | Kemelut yang terjadi di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung pada kawasan Desa Ciburial, Mekarsaluyu dan Cibeunyi yang sekarang dikenal sebagai kawasan mewah yang telah dibangun Hotel Mewah, Lapangan Golf Mewah, Perumahan Mewah dan lainnya, ternyata masih menyisakan konflik perdata dan pidana antara Perusahaan yang mendapatkan Ijin Lokasi dari Gubernur Propinsi Jawa Barat pada tahun 1991 seluas 200 Ha dan pada tahun 1993 seluas 120 Ha.

Tak palang tanggung permasalahan pidana yang telah dilaporkan oleh Nanda Kanda Singarimbun di Polres Kabupaten Bandung sebagaimana secara berturut turut selama 1 (satu) bulan telah ada 3 (tiga) laporan Polisi yang dilakukanya itu di SPKT Polda Jabar LP Nomor : LPB/389/IV/2018/JABAR tanggal 18 April 2018 tentang tindak pidana pengerusakan sebagaimana pasal 170 KUHPidana dan ternyata nyali Polda Jabar terhadap PT. Bandung Pakar diduga tidak ada, sehingga dilimpahkan ke Polres Kabupaten Bandung di Soreang tanggal 19 April 2018.

"Dan oleh karena tidak ada gunanya melaporkan di Polda Jabar," ujar Nanda Kanda Singarimbun, kepada awak media ini, hari ini. (29/5).

Maka selanjutnya mengajukan 2 laporan yaitu LP/B/220/V/2018/JBR/Res.Bdg tanggal 21 Mei 2018 dengan terlapor adalah Herlina Kembaren SH CN dkk. Akibat adanya laporan bohong yang dilakukan oleh Terlapor sehingga pasal pidana yang dijerat adalah Pasal 317 KUHPidana dan atau pasal 220 KUHPidana dimana menurut Pelapor sebenarnya Purnawan Suriadi yang memberikan kuasa kepada Herlina Kembaren dalam membuat laporan bohong di hadapan kepolisian tersebut dan selanjutnya adalah laporan polisi nomor:  LP/B/231/V/2018/JBR/Res.Bdg tanggal 28 Mei 2018 dengan terlapor adalah Purnawan Suriadi dkk., yang dilaporkan karena telah merusak jalan desa di Kp Cikutra 2, Ds Mekarsaluyu Kecamatan  Cimenyan.

Dengan menggunakan bekko sehingga jalan tersebut terputus dan tidak dapat dilalui oleh pelapor dan masyarakat yang selama ini dari Mekar saluyu ke Cibeunyi.

Tak tanggung-tanggung kerugian di taksir telah mencapai Rp. 1.000.000.000,- (satumilyar rupiah). Pidana yang dikenakan berdasarkan UU Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan pada pasal 12 dan atau pasal 63 sebagaimana hukuman dan dendanya cukup berat.

Tak hanya Purnawan Suriadi dkk., yang dikenakan pidana dan badan usaha PT. Bandung Pakar juga akan terkena sesuai dengan ketentuan yang ada pada pasal pidana tersebut.

Berdasarkan Pendapat Advokat Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH dari ANDITA’S LAW FIRM Jakarta mengenai Laporan terakhir tersebut akan ada perlawanan dari Purnawan Suriadi karena merasa jalan desa yang telah dirusak tersebut, telah dimilikinya dengan cara ruislag (tukar menukar) berdasarkan Ijin Gubernur Kepala Daerah Tingkat I jawa Barat Nomor 143.1/1019/Pemdes tanggal 7 April 1995 dan Nomor 143.1/3700/Pemdes tanggal 25 Oktober 1996 yang telah diserah terima sebagai pengganti jalan desa tertanggal 28 Juni 2005 yang di tanda tangani oleh Drs. Herma SatraWidjaja selaku Direktur Umum PT. Bandung Pakar dan Kepala Desa Mekarsaluyu Asep Tatang.

Kalau hanya berdasarkan ijin itu tentu seolah olah benar, tapi menurut Tonin, ada ketentuan yang tidak bisa diabaikan dalam ruislag sebagaimana Permendagri Nomor 1 tahun 2006 tentang Pengelolaan Aset Desa.

Sangat riskan dengan mengambil alih jalan desa sebagai Aset Desa karena menurut Tonin berdasarkan keterangan masyarakat jalan desa merupakan tanah swadaya masyarakat dari jalan setapak menjadi jalan protokol desa demikian jalan antara kampung.

Awak media juga memantau ada perubahan di PT. Bandung Pakar paska laporan laporan polisi tersebut karena ada jalan desa atau jalan kampung yang telah puluhan tahun ditutup dan dikuasai oleh PT. Bandung Pakar ternyata telah dibuka kembali demikian juga dilakukan pembagian sembako kepada warga dengan ketentuan membawa KTP dan membubuhkan tanda tangan dan cara-cara lain guna menyejukkan masyarakat sekitar yang telah puluhan tahun dikesampingkan.

Tawaran bekerja juga mulai diberikan kepada masyarakat sehingga dengan demikian masyarakat juga mulai menjadi bingung dengan keadaan yang berubah drastis tersebut dan tidak pernah dinikmati sebelumnya. (R-007)

Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.