Header Ads

Lagi, PT Bandung Pakar Dilaporkan ke Polisi


SatuPost.Com | PT Bandung Pakar hari ini (21/6) kembali dilaporkan oleh warga ke Polres Bandung atas adanya dugaan tindak pidana penguasaan tanah tanpa seizin yang berhak.

Adalah Nada Kanda Singarimbun yang melaporkan ihwal tersebut sebagaimana tertuang dalam surat laporan ke polisi No. LP/B.220/V/2018/JBR/Res.Bdg.

"Setelah sekian lama kami tidak pernah bisa melaporkan pihak PT Bandung Pakar, karena menurut berbagai instansi mengatakan kalau PT Bandung Pakar adalah perusahan raksasa di Jawa Barat, alhamdulillah hari ini kami bisa melawannya secara hukum, demi keadilan," kata Kanda, kepada media ini, Senin (21/5).

Menurutnya, langkah hukum tersebut dilakukan berkat dukungan dan dari kehebatan Paska Mesima yang di Ketuai Oleh Bapak Ir Tonin Tachta Singarimbun S.H, maka hari ini kami berhasil melaporkan pihak PT Bandung Pakar, pungkas Nanda Kanda Singarimbun dalam pernyataannya sebagai pelapor.

Dalam keterangannya kepada petugas, pelapor menyebutkan diduga telah terjadi tindak pidana pengaduan dan atau pemberitahuan palsu yang dilakukan oleh Herlina Kembaren SH dengan cara terlapor membuat laporan polisi ke kantor Polres Bandung.

Berdasarkan adanya surat pemberitahuan tersebut, terkait penguasaan tanah tanpa seijin yang berhak dengan lokasi Jln Bukit Pakar Golf III Kav 42 No. 82, Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, atas laporan polisi tersebut pelapor merasa keberatan dan tidak menerima atas tuduhan Herlina Kembaren SH dan selanjutnya pelapor melaporkannya ke Polres Bandung,  seperti tertuang dalam surat laporan ke polisi No. LP/B.220/V/2018/JBR/Res.Bdg.

Seperti diwartakan sebelumnya, Nada Kanda Singarimbun juga tengah melayangkan gugatan terkait  dampak kerusakan lingkungan yang diduga dilakukan PT Bandung Pakar, yang berimbas pada ratusan KK yang terdiri dari warga 3 desa di Mekarsaluyu, Ciburial, dan Cibeunying.

Perkara ini tengah dalam proses hukum dan gugatannya terdaftar di PN Bale Bandung. (Hadi/ R)


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.