Header Ads

MUSDA DPD AJO Indonesia Kalteng Dihadiri 13 Media Online


SatuPost.Com | Menjawab pertanyaan peserta MUSDA Kalteng, Kristanto Wasekjen Bina Indonesia Tengah DPP AJO menegaskan bahwa AJO mengambil sikap untuk bersama sama Dewan Pers melakukan verifikasi terhadap perusahaan media online yang bergabung sebagai anggota AJO Indonesia.

Pada saat yang sama, peserta MUSDA AJO Indonesia di Kalimantan Tengah sepakat membentuk  Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Kalimantan Tengah.

Pada MUSDA yang dilaksanakan hari Selasa, tanggal 8 Mei 2018, di Rollas Cafe Palangka Raya, Jony Prihanto terpilih sebagai Ketua DPD AJO Indonesia Kalimantan Tengah.

Setelah dilakukan pemungutan suara dengan 19 peserta yang hadir mewakili 13 media online di Kalteng.

Bersama Jony, dipilih juga secara aklamasi sebagai Sekretaris yakni M Roziqin dan Bendahara Testi Priscilla.

"Terima kasih atas kepercayaan teman-teman kepada Saya. Saat ini sudah terbentuk pengurus inti, selanjutnya akan kita tentukan kelengkapan dari pengurus DPD, dalam waktu yang tidak terlalu lama, termasuk para Dewan Kehormatan," kata Jony.

Sementara itu menurut Wasekjen DPP AJO Indonesia, Kristanto, untuk memajukan AJO Indonesia Kalteng ini haruslah diusahakan oleh pengurus daerah.

"Media online cepat sekali berkembang, ada 46.000 media online yang saat ini ada di Indonesia. Artinya pengurus AJO Indonesia juga harus mampu bersaing untuk memajukan organisasi ini. Juga disampaikan bahwa AJO Indonesia berharap dapat segera menjadi konstituen dewan pers.

Untuk itu AJO Indonesia mensyaratkan calon anggotanya yang  utama ialah medianya harus berbadan hukum, legalitasnya jelas. Ini supaya memudahkan verifikasi dengan dewan pers. Kita berikan data media yang sudah berbadan hukum jadi dewan pers tidak terlalu kesulitan lagi," tutupnya.

Jurnalis : Azhimi


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.