Header Ads

Peduli Warga Miskin, Kapolsek Penawartama Kunjungi Anak Penderita Hydrocephalus


SatuPost.Com | Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang bersama dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Tulang Bawang dan RSUD (rumah sakit umum daerah) Menggala, melakukan bakti kesehatan kepada penderita hydrocephalus, pada Selasa (15/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Penawartama Iptu Dedi Kurniawan yang hadir langsung dilokasi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dari Polri bersama dengan dinas dan instansi terkait kepada warga masyarakat yang kurang mampu.

“Identitas anak yang menderita hydrocephalus bernama Muhammad Ridho (12), warga Dusun Gadungan, Kampung Rejo Sari, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Dedi.

Lanjutnya, Muhammad Ridho menderita penyakit tersebut sejak berumur 6 bulan dari tahun 2007 dan telah dua kali menjali operasi di tahun 2008 dan 2011.

“Karena keterbatasan ekonomi orang tuanya, sehingga perawatan kepada anak tersebut terhenti dan setiap harinya hanya terbaring di tempat tidur,” urai Iptu Dedi.

Hasil dari koordinasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan Dinkes, RSUD Menggala, Puskesmas Sidoharjo dan Kepala Kampung Rejo Sari, mulai hari ini Muhammad Ridho akan dilakukan perawatan dan pengobatan di RSUD Menggala secara gratis, setelah tadi dilakukan penjemputan bersama orang tuanya di rumah dengan menggunakan mobil ambulance milik klinik kesehatan Polres Tulang Bawang.

“Selama berada di RSUD Menggala, pasien ini akan dilakukan pengobatan dan perawatan oleh dokter spesialis anak serta semua biaya berobatnya gratis tanpa dipungut uang sepeserpun,” jelas Kabid Yankes RSUD Menggala dr. Elis Mery Susi, Sp.PA.

Jurnalis : Prabu




Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.