Tak Mau Melanggar Aturan, Mendadak Kepala BPKAD Lampura Dicopot


SatuPost.Com | Lagi, Lampung Utara geger hari ini. Pasalnya, WhatsApp Messenger Plt Bupati Lampung Utara bocor diranah publik.

Isi pembicara WA itu perihal di berhentikannya Desyadi, SH, MH sebagai Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Utara melalui wa ke salah satu bagian keuangan Pemkab Lampung Utara.

Ihwal ini mulai tersiar sejak hari jumat yang diberhentikan melalui WA. Sementara Desyadi sendiri ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima surat resmi perihal materi isi WA yang berisikan pemberhentian dirinya itu dari Sri Widodo.

"Saya belum terima surat resminya. Kalau itu benar, tentu saya akan gelar Konpress," ujar Desyadi, malam ini (27/5).

Malam ini juga, ternyata Ir Micel Saragih Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retrebusi Daerah melalui via handphpone telah dihubungi kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Iwan Setiawan untuk menggantikan posisi Desyadi sh mh.

"Sepertinya saya tak ingin memperkeruh keadaan, karena itu saya tolak," tegas Saragih, sesaat yang lalu.

Rumor yang beredar diranah publik, didongkelnya Desyadi, SH, MH karena diduga tak mau mencairkan dana konsultan Dinas PUPR sebesar rp. 5 miliar yang diharapkan pimpinan. Beralasan jika Desyadi menolaknya, sebab pihaknya tak mau melanggar aturan.

Seperti diketahui, persetujuan penunjukkan Desyadi, SH, MH sebagai Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lampung Utara adalah resmi dari Kementerian Dalam Negeri dengan no surat 800/10996/OTDA tertanggal 9 Maret 2018.

Jauh sebelum kasus ini kembali geger, Sri Widodo juga melakukan "perubahan" dan telah terjadi di tubuh struktural pemerintah daerah setempat tgl 21 Maret 2018. Dimana Plt Bupati Lampung Utara Meroling sejumlah Jabatan Esselon III Dan IV. serta menonjobkan dua kepala dinas Esselon II diantaranya Kadis PUPR dan Kadis DPMD LU.

Jurnalis : Juaini Adami


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.