Mahasiswa UM Berdayakan TOGA di Sampung Ponorogo


SatuPost.Com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM), menggelar program kerja yang diadakan di Balai Desa Ringin Putih, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Dihadiri sekitar 40-an peserta dari ibu PKK Desa Sampung, belum lama ini. Kegiatan sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu dari sebelas program kerja yang dilaksanakan.

“Pada kegiatan ini tema dari panitia adalah pemberdayaan masyarakat,” ungkap Galing Cahya Adi Krisna, Koordinator Desa.

Mahasiswa yang ditunjuk sebagai Koordinator Desa itu, mengungkapkan sosialisasi bertujuan untuk menjelaskan tentang fungsi dan manfaat dari tanaman TOGA bagi kesehatan. Selain itu, juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong yang dimilikinya supaya dibudidayakan untuk tanaman obat-obatan.

“Observasi kami, di desa tersebut masih banyak lahan kosong yang kurang dimaksimalkan dengan baik,” ungkap Galing datar.

Mengetahui permasalahan yang ada di desa tempat mereka KKN, 30 mahasiswa tersebut memutuskan menggelar sosialisasi tentang pemanfaatan TOGA atau dikenal tanaman obat-obatan.

Septi Putri Ayu, bertindak sebagai pemateri mengemukakan tanaman obat-obatan mudah sekali didapat, bahkan banyak ditemui di sekitar kita. Terlebih di lingkungan pedesaan.

“Kunyit, jahe, kencur, sirih hijau, jeruk nipis, jambu biji, dan lidah buaya masih merupakan contoh tanaman obat keluarga,” terangnya.

Dari olahan bahan kunyit, misalnya dapat digunakan untuk obat sakit perut, seperti diare dan nyeri haid. Air perasan kunyit yang sudah diparut, diberi sedikit air, lalu langsung diminum.

“Bisa juga ditambah dengan madu atau gula supaya tidak terasa getir,” jelas pemateri.

Sementara bahan lain, juga jelaskan pemateri fungsi dan manfaatnya. Tak ketinggalan, pemateri yang saat ini masih semester tujuh itu, langsung mempraktikkan tanaman obat-obatan lainnya. Di mulai dari cara pengolahannya yang nantinya diaplikasikan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit.

Sumiatun, salah satu peserta merasa senang dan mengucapkan terima kasih atas ilmu dari mahasiswa KKN.  “Meski sudah beberapa manfaat tanaman saya ketahui, ternyata pengetahuan saya bertambah setelah mendapat ilmu dari KKN,” jelasnya antusias.

Secara terpisah, Peggy Rahma Andansari, Panitia Sie Perkap, menuturkan sosialisasi pemanfaatan TOGA merupakan sarana penyampaian informasi dari Departemen Kesehatan Indonesia bahwa setiap keluarga dianjurkan memiliki budidaya TOGA di rumah masing-masing.

“Semoga masyarakat muncul kesadaran untuk melakukan budidaya tanaman TOGA di rumah masing-masing,” harapnya.

Reporter: Anis Setyorini
Editor  : Suci Ayu Latifah


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.