Header Ads

Nasdem Minta Sri Widodo Bertanggung Jawab Atas Tindakan Persekusi Pejabat BPKAD Lampura


SatuPost.Com | Partai Nasdem sangat mengecam tindakan persekusi yang menimpa Kepala Dinas BPKAD Kabupaten Lampung Utara Bapak Desyadi, pada hari ini. (7/6).

Selain tidak beradap, cara-cara ala premanisme ini hanya menyulut amarah rakyat ditengah umat islam melaksanakan ibadah puasa.

"Kami sangat mengutuk aksi perkusi ini. Selain tidak beradab, aksi ini justru terjadi saat umat tengah khusuk menjalankan ibadah puasa," tegas petinggi Partai Nasdem Lampura Imam Suhada, sesaat yang lalu.

Oleh karena itu, Imam mendesak jajaran kepolisian segera memproses dan menangkap pelakunya.

Imam mengingatkan kepada Polda Lampung dan Polres Lampung Utara agar bisa mengamankan pelaku persekusi secepetnya, karena hal ini bisa mengganggu proses Pilkada Gubernur maupun Bupati.

"Jangan sampai penanganannya bertele-tele yang akan membuat warga bergerak sendiri. Redam segera dan umumkan pelakunya," ujar Imam seraya menyebutkan perbuatan perkusi jelas melanggar hukum.

Selain itu, tokoh politik Lampung Utara ini meminta pelaksanaan tugas (Plt) Bupati Sri Widodo bertanggung jawab atas peristiwa persekusi terhadap pejabat BPKAD yang notebene adalah bawahannya di Pemkab Lampung Utara.

Imam suhada mengatakan, persoalan ini seyogyanya tidak perlu terjadi, karena persoalan pencairan ataupun proyek adalah mutlak ranah internal Pemkab Lampung utara antara dinas PU dan keuangan, dan ini masalah internal.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya sekitar 20 hingga 30 orang dengan mengendaraai sepeda motor dan mobil, pagi tadi sekitar jam 9.20 WIB menyambangi kediaman Desyadi. Mereka mengintimidasi dengan membekap, memukul, memiting dan memupul bahu Desyadi. Bahkan ada diantaranya yang mencekiknya.

Peristiwa pengeroyokan dan penekanan, dugaan penganiyaan kepada Desyadi itu telah dilaporkan ke POLRES Lampung Utara dengan Nomor LP /759/B-1/VI/2018/POLDA LAMPUNG/SPKT Reskrim LU Tanggal 7/6/2018.

Jurnalis : Juaini Adami
Editor : Niki Putune Sinten


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.