Saat Wisata di Kebun Raya Bogor, Pria Ini Tak Menyangka Dapat Hadiah Jaket dari Presiden


SatuPost.Com | Masih dalam suasana cuti bersama Lebaran, Presiden Joko Widodo memanfaatkannya untuk berolahraga.

Dua hari sebelum masa cuti bersama Idulfitri 2018 usai, tepatnya Selasa, 19 Juni 2018, Presiden berlari mengitari Kebun Raya Bogor.

Presiden mulai berolahraga sekitar pukul 11.15 WIB. Presiden tampak memakai jersey tim nasional sepakbola berwarna merah, celana training hitam dan sepatu merah. Tak ketinggalan juga jaket Asian Games 2018 berwarna hitam.

Suasana Kebun Raya Bogor saat itu cukup ramai oleh masyarakat yang sedang berolahraga maupun bertamasya dengan keluarganya. Kehadiran sang Kepala Negara di Kebun Raya Bogor ini pun tak mereka lewatkan begitu saja.

Masyarakat tampak antusias menyalami dan berfoto bersama dengan Presiden, terutama ketika Presiden beristirahat atau berjalan kaki. Dengan senang hati, Presiden pun melayani permintaan masyarakat tersebut.

Seorang warga lebih beruntung dari yang lain. Selain bersalaman, Supriadin, demikian pemuda itu biasa disapa, juga mendapatkan jaket Asian Games yang dikenakan Presiden.

"Bangga sekali saya. Baru ke Kebun Raya tadi dikasih ini (jaket)," ucap Supriadin.

Pria asal Cibinong ini mengaku tidak meminta jaket tersebut kepada Presiden. Baginya, bertemu dan bersalaman dengan Presiden sudah cukup.

"Pak Presiden nanya mau apa? Saya bilang enggak mau apa-apa. Kita dapat salamnya saja sudah terima kasih banget. Saya sangat terima kasih banget ini dikasih Pak Presiden," pungkasnya.

Setelah lebih dari dua jam berolahraga dan berinteraksi dengan masyarakat, Presiden pun kembali ke kediamannya di kompleks Istana Kepresidenan Bogor pada pukul 13.30 WIB. (Hadi/ Foto dok Setpres)


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.