Korban KMLM Terima Santunan Pemerintah, Ini Pesan Presiden Jokowi


SatuPost.Com | Korban Kapal Motor Lestari Maju (KMLM) mendapat bantuan dari Pemerintah yang diserahkan langsung oleh Menteri Sosial, Idrus Marham  didampingi Bupati Kepulauan Selayar, menyerahkan bantuan sebesar Rp 910.000.000.

Bantuan ini diserahkan langsung Mensos Idrus Marham kepada ahli waris 35 orang dinyatakan meninggal dan 154 orang selamat, di baruga Rujab Bupati, Jumat 6 Juli 2018.

"Santunan ini Rp 15.000.000 x 35 kepada ahli waris meninggal, dan Rp 2.500.000 x 154 orang yang sebagian besar masi dalam perawatan medis," jelas Idrus.

Seperti diketahui KMLM mengalami musibah yang disebabkan ada kebocoran mengakibatkan air masuk dalam kapal  saat berlayar ke Selayar, dengan mengangkut 189 penumpang diantaranya  35 orang meninggal dunia , dan 154 orang  selamat  yang sebagian besar masih dalam   perawatan medis di RSU Selayar.

Setelah menyerahan santunan tersebut, Menteri  Sosial Idrus Marham kepada  korban KMLM mengatakan bantuan ini adalah perintah langsung dari Presiden Jokowi kepada dirinya sebagai Menteri Sosial.

Idrus Marham, juga tak lupa menyampaikan dua pesan Presiden RI Joko Widodo, dalam penyerahan bantuan agar semua korban baik yang selamat dan meninggal dunia.

Sedang dalam pemberian santunan ini soal manifes penumpang tak  dipersoalkan karena saat itu kondisi tidak normal . " Rakyat kita  ini sudah susah, jangan semakin dibuat susah," kata Idrus Marham.

Seperti diketahui musibah karangnya KMLM , di perairan Selayar Sulawesi Selatan , 3 Juli 2018 . Dalam pelayaran ini yang berhasil diselamatkan secara utuh uang Rp 30 miliar yang berupakan persiapan haji ASN termasuk G-13 dari Bank BPD Sulsel.(JNN/NAS).



Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.