Pagi Ini, PKS dan Umat Islam Solo Gelar "JALAN SEHAT UMAT ISLAM SOLO RAYA"


SatuPost.Com | Pagi ini, (1/7) Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) akan menggelar jalan sehat di Solo. Polresta Solo pun siap mengamankan gerakan massa pasca Pilgub Jateng 2018, termasuk jalan sehat DSKS tersebut.

Menurut rencana, DSKS melakukan jalan sehat itu bertajuk Jalan Sehat Umat Islam Solo Raya. Jalan sehat itu diinformasikan akan dihadiri oleh Ketua DPP PKS Mardhani Ali Sera, juga Neno Warisman.

Divisi Advokasi DSKS, Endro Sudarsono mengatakan kegiatan tersebut merupakan jalan sehat dan dibuka untuk umum. Menurut Endro event itu tidak berkaitan dengan isu Pilgub Jateng kemarin. Pihaknya membuka diri agar masyaralat hadir di acaranya.


Acara diselenggarakan oleh ; Dewan Syari'ah Kota Surakarta (DSKS) dan didukung oleh Seluruh Elemen Islam Solo Raya.

Berikut bunyi undangan yang dikirim ke Redaksi:

HADIRI, IKUTI DAN MERIAHKAN*

JALAN SEHAT UMAT ISLAM SOLO RAYA "Dengan Kebersamaan Menyongsong Kepemimpinan Islam di Indonesia" yang akan diselenggarakan pada ;

Hari   : Ahad, 01 Juli 2018

Waktu  : Pkl. 07.00 - selesai

Lokasi : Start - Finish di Kota Barat

Rute.  : Dari Kota Barat ke selatan perempatan Gendengan belok ke Timur Jln .Slamet Riyadi sampe perempatan Novotel belok ke Utara sampe Bunderan Monumen Press ke Timur ke Kota Barat.

Target Peserta  : 2000 peserta dari seluruh unsur Elemen Umat Islam, Relawan, Ormas, dan masyarakat sekitar Solo Raya

Catatan : Bagi peserta mohon menggunakan kaos # 2019 GANTI PRESIDEN#
Jika belum punya, bisa dikoordinir Elemen atau masjid atau kelompok pengajiannya

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas kehadiran nya kami ucapkan Jazaakumullahu khairan

Salam ukhuwah,
Ketua Panitia
Hasto


Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.