Pengelolaan DD ADD 2017 Di Kampung Gedung Meneng Baru Diduga Jadi Ajang KKN


SatuPost.Com | Laporan Realisasi penyerapan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 di Kampung Gedung Meneng Baru, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang sebesar Rp.769.726.682,- diduga mark’up serta syarat penyimpangan dalam laporan SPJ Dana Desa Kampung tersebut.

Dari hasil investigasi satupost.com beserta tim beberapa waktu lalu saat menjumpai “Irwan” selaku Juru Tulis Kampung Gedung Meneng Baru dikediamannya dan juga  selaku juru tulis atau sekretaris Kampung mengatakan kalau dirinya tidak tahu menahu terkait Pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

"Saya tidak tahu menahu terkait hal itu, silahkan langsung saja tanya kepada Kepala Kampung  Sukerdi Karedi, saya hanya menangani pengajuan pembuatan sertipikat Prona saja," ungkap Irwan.

Ditempat berbeda, sumber Ketua BPD Kampung Gedung meneng Baru yang enggan untuk disebutkan namanya saat dijumpai dikediamannya mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Irwan selaku juru tulis Kampung.

"Mengenai Dana Desa (DD) di tahun anggaran 2017, berapa jumlah dananya dan apa saja pembangunannya saya tidak tahu, karna semuanya dikelola lansung oleh kepala kampung," katanya.

Dapat disimpulkan, dari keseluruhan laporan realisasi penyerapan Dana Desa 2017 yang sudah dilaporkan kementrian pusat dari keseluruhan nilai pagu angaran DD, ADD sebesar Rp.769.726.682,- dan Realisasi Rp. 760.519.000,- yang masih menyisakan saldo akhir sebesar Rp.9.207.682,- di Kampung Gedung Meneng Baru tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), yang dimaksud dalam penggunaannya di Kampung tersebut, lalu adanya Dana Kampung yang diduga diselewengkan oleh perangkat Desa, sehingga Dana Desa yang digulirkan ditahun 2017 terindikasi disalah gunakan oleh para oknum perangkat Kampung serta berjamaah, dan disinyalir memperkaya diri pribadi.

Bandarudin, selaku Wakil Ketua 1 Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Bangun Daerah (LSM Albadar) Kabupaten Tulang Bawang menyikapi adanya dugaan penyelewengan Dana Desa di Kampung Gedung Meneng Baru, kepada satupost.com dan awak media lain, dirinya berharap agar Pemerintah Daerah setempat dan instansi terkait agar segera mengambil sikap tegas guna melakukan peninjauan kembali terhadap pengeleloaan Dana Desa yang ada di Kampung Gedung Meneng Baru, serta meminta kepada Aparat Hukum agar Kepala Kampung Gedung Meneng Baru yaitu Sukerdi Karendi berserta aparatur Kampung yang bersangkutan segera ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku jika benar terbukti telah menyalah gunakan atau menyelewengkan anggaran Dana Desa di tahun 2017, serta pihak Dinas DPMD Kabupaten Tulang Bawang diikut sertakan dan selaku pembina, Inspektorat, lalu Bidang Pengawasan, beserta Bupati kabupaten Tulang Bawang, harus bertanggung jawab terhadap penggunaan keuangan Negara terutama di Bidang Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dan Desa (DD) ditahun 2017, khususnya Kepala Kampung Gedung Meneng Baru, ungkap Bandarudin.

”Jika dugaan ini bisa terungkap dan terbukti, maka perbuatan tersebut dapat juga dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Untuk itu, kita merujuk pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“ UU 31/1999”) sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana ada ancaman pidana bagi orang yang menyalahgunakan wewenangnya yang berakibat dapat merugikan keuangan negara.Pasal 3 UU 31/1999, berbunyi:

Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 milyar," tutupnya.

Penulis : Heriyanto. WR
Editor    : Chandra Foetra S

Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.