Albadar Temukan Proyek di Tulang Bawang Diduga Bodong


SatuPost.Com | Pembangunan sejumlah proyek yang tidak menggunakan papan atau plang proyek makin marak di Tulang Bawang. Pembangunan yang tidak diketahui dari mana sumber dananya dan terkesan bodong itu membuat warga bertanya-tanya.

Dalam peraturan Kepres no 80 tahun 2003 tentang pekerjaan atau proyek yang memakai dana anggaran APBD atau APBN, di wajibkan memakai papan proyek. Hal itu diperkuat oleh  UU no 14 th 2008 tentang keterbukaan informasi dan publikasi.

Tapi ironisnya, Peraturan yang sudah ditetapkan tersebut tidak membuat gentar para pelaku/oknum-oknum yang masih saja melanggar ketentua-ketentuan sebagaimana mestinya.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang proyek yang sudah dibangun ataupun yang lagi dalam pelaksanaan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang, dari manakah sumber dananya, berapakah anggaranya, dan kenapa tidak dipublikasikan atau diberitahukan?

Jelas disebutkan dalam undang-undang no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi dan publikasi, bahwa setiap proyek yang didanai oleh APBD atau APBN harus menggunakan pelang proyek dengan tujuan, agar masyarakat luas dapat mengetahui bahwa proyek tersebut dari APBD atau APBN, berapa pagu anggaranya, berapa volume pekerjaanya, serta berapa lama masa pelaksanaan dan perawatanya? dari sana baru bisa diketahui, layak apa tidakkah pekerjaan tersebut dengan dana yang dianggarkan, sesuai apa tidakkah pekerjaan dan volumenya.

Seperti salah satu contoh Pembangunan Rigit Beton di Desa SP 4 Dusun 2 Sungai Nibung Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, ada pelaksanaan pekerjaan pembangunan Rigit Beton yang diduga proyek tak bertuan (siluman) karena tidak memakai plang angaran proyek. Saat satupost.com bersama awak media lain melakukan kontrol sosial di Desa tersebut, pada Jum’at (26/07/2018).

Sangat memprihatinkan dalam pekerjaan proyek yang sedang berjalan saat ini disinyalir kuat dugaan dimark'up karena tidak terpasang papan atau plang anggaran, kuat dugaan agar proyek tersebut sulit dikontrol baik lembaga, media ataupun masyarakat.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Bangun Daerah (LSM ALBADAR) Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Junaidi Arsat sangat menyanyangkan pekerjaan Proyek Rigit Beton tersebut, karena dalam pengerjaan proyek tersebut terkesan tidak transparan.

"Saya sangat menyayangkan sekali melihat beberapa pekerjaan proyek yang ada di Kabupaten Tulang Bawang terkesan tidak transparan dan diduga proyek siluman alias bodong yang tidak diketahui dari mana sumber dananya, dan berapa pagu anggarannya, seperti salah satunya Proyek Rigit Beton yang ada di Di Desa SP 4 Dusun 2 Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang tersebut," ungkapnya.

Saat awak media meminta keterangan dengan konsultan dari CV. Wahana Pratama Agarta, konsultan egineering consultant yang ada dilapangan ditempat pengerjaan proyek, bahkan ia tidak bisa menjelaskan secara detail terkait pengerjaan proyek rigit beton tersebut, dengan alasan ini rahasia negara.

“Proyek yang masih dikerjakan saat ini sudah mendapatkan surat peringatan yang kedua kali (SP II), jadi sangat kuat dugaan tabrak aturan dan yang biasa dikatakan proyek tidak bertuan atau siluman," ujar Ketua LSM ALBADAR (Aliansi Bangun Daerah) Kabupaten Tulang Bawang yang lansung turun ke lokasi pengerjaan.

"Dugaan untuk Proyek Siluman yang ada di Kabupaten Tulang Bawang banyak sekali dijumpai untuk tahun 2018 saat ini," imbuhnya.

Penulis : Heriyanto. WR
Editor  : Chandra Foetra S



Tidak ada komentar


Pembaca SATU POST dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.